This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Lukas 16:13
Showing posts with label catatan khotbahku. Show all posts
Showing posts with label catatan khotbahku. Show all posts

Bagaimana Sikap Kita Dalam Menyambut Kedatangan Tuhan


Lukas 2:8-20



Perikop ini berbicara bagaimana sikap kita menyambut kelahiran/kedatangan Tuhan kita Yesus  Kristus kedunia ini.  Para gembala yang sedang mengembalakan dombanya dipadang dikejutkan dengan kedatangan malaikat Tuhan yang membawa kabar tentang kelahiran Tuhan Yesus, alkitab mengatakan bahwa : “mereka ketakutan”. Sikap wajar yang ditunjukan oleh para gembala.

Didalam perikop ini selain Allah ingin memberitakan tentang kabar sukacita, Allahpun ingin mengajar bagaimana para gembala dan kita bersikap dalam menyambut kelahiran/kedatangan Tuhan Yesus kedunia ini. Disamping itu juga Allah menyediakan berkat-berkat-Nya.

Beberapa hal yang diungkap dari perikop ini dalam menyambut kelahiran/kedatangan-Nya, antara lain:
1.       Memuliakan Allah (ayat 14a)
Kemuliaan  bhs aslinya “doxa”, Kata ini menggambarkan memuliakan Tuhan itu mengenal pribadi, sifat dan karya Tuhan. Memuji dan memuliakan Tuhan tidak menunggu kalau telah menerima karya Tuhan, melainkan mengenal pribadi dan tahu sifatNya itu sudah cukup untuk dapat memuji dan memuliakan Tuhan.
Dari peristiwa ini kita dapat belajar, bahwa orang yang menghormati Tuhan itu akan memuji dan memuliakan Tuhan, tidak memandang bagaimana situasi dan kondisinya (Lukas 2:20; 24:53; 7:16;13:13; Mazmur 50:23; 1 Petrus 4:16)

2.       Menerima Damai Sejahtera (ayat 14b)
Damai sejahtera disini memakai kata ““eirene” memiliki arti: suatu kondisi yang bebas dari rasa takut dan memiliki ketenangan jiwa.
Damai  sejahtera di bumi, hanya dapat dialami dan dinikmati oleh orang yang hidup sungguh-sungguh di dalam Dia. Kita hidup damai karena, Allah telah menyatakan serta menyempurnakan damai sejahtera-Nya atas kita di dalam YESUS KRISTUS.
Beberapa hal penting yang dapat kita ketahui bertalian dengan hal Allah menyatakan “Damai Sejahtera-Nya” itu bagi kita yaitu:
a.       Didalam negeri (Imamat 26:6)
b.       Bagi yang mengenal Allah (2 Petrus 1:2)
c.        Bagi yang hatinya teguh (Yesaya 26:3; Filipi 4:9)
d.       Bagi yang berbuat baik (Roma 2:10)
e.        Bagi yang hidup dalam kebenaran (Yesaya 32:17;  
       Roma 5:1)
f.        Bagi utusan Kristus (Yohanes 20:21; 1Petrus 1:2)
g.        Bagi yang dipenuhkan Roh Kudus (Efesus 4:3)

Renungan:  :
YESUS datang ke dunia sebagai Raja Damai, dan hidup damai sejahtera dalam KRISTUS hanya dapat dinikmati oleh orang-orang percaya, bukan semua manusia di bumi ini. Damai sejahtera kita nikmati bukan karena tidak ada masalah, persoalan, dan kesukaran hidup, tetapi damai itu kita nikmati, karena Allah telah memberikan dan menjaminnya di dalam dan melalui KRISTUS.
(2 Tesalonika 3:16; Yohanes 14:27)

Memperoleh Berkat Melalui Penderitaan


Ayub 42:2



Kata-kata di atas keluar dari mulut Ayub setelah dia mengalami penderitaan yang begitu beratnya yaitu anak-anaknya meninggal, istrinya meninggalkan dia, teman-temannya mengucilkan dia dan penyakit kulit yang parah sekali serta kehilangan seluruh harta kekayaannya. Ayub sempat tidak menerima apa yang terjadi atas dirinya, karena dia mengetahui bahwa dia adalah orang yang benar-benar taat dan setia kepada Tuhan (Ayub 1:1).
Tetapi melalui penderitaan ini Tuhan mengajarkan hal yang sangat penting kepada Ayub. Kita akan melihat apa yang Ayub dapatkan melalui penderitaan yang dia alami:
1.     Mengenal Tuhan secara pribadi (Ayub 42:5)
Ayub mengakui bahwa selama ini dia belum sepenuhnya mengenal Tuhan secara pribadi. Penderitaan yang dia alami membuat matanya terbuka dan melihat kebesaran kuasa Tuhan.
Penderitaan seberat apapun yang kita alami sekarang juga merupakan seijin Tuhan supaya kita dapat mengenal Tuhan lebih dekat lagi. Mungkin kita telah jauh daripada Tuhan sehingga Tuhan mengijinkan masalah datang agar kita dapat berseru kepada namaNya dan mendekatkan diri kita kepada Dia.

2.     Mengetahui rencana Tuhan tidak ada yang gagal  (Ayub 42:2)
Masalah yang begitu berat yang dialami oleh Ayub tidak menghentikan rencana Tuhan atas dirinya, yaitu mencurahkan berkat atas dirinya dan menjadikan dirinya saksi bagi semua orang.
Apa yang telah Tuhan firmankan bagi kita tidak akan keluar dengan sia-sia, tetapi Tuhan akan menggenapi rencanaNya bagi hidup kita.  (Yesaya 55:11)
Penderitaan akan membuat iman kita semakin kuat sehingga kita dapat melihat bahwa tidak ada rencanaNya yang gagal. Kita akan melihat bahwa semua masalah maupun pencobaan yang kita alami merupakan jalan menuju tingkat iman yang lebih tinggi lagi dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Tetap percaya kepada-Nya apapun yang sedang kita alami saat ini. Kuasa Tuhan terlalu besar dan tidak ada sesuatupun yang mustahil di muka bumi ini. Tetap pegang kepada FirmanNya dan berserah kepadaNya, maka Dia akan memberikan kita kekuatan dan memulihkan keadaan kita pada waktuNya. Haleluya!

Untuk Memiliki Hati Hamba harus Menjadi Manusia Baru


(2 Kor 5:17)


Mengapa banyak orang Kristen yang  stagnasi, mundur rohani, pengangguran rohani dan bahkan menjadi murtad? Padahal dia dulunya begitu rajin dan sungguh-sungguh rohaninya?

Kebanyakan ini semua berkaitan dengan bagaimana kelahiran barunya.
·         Kelahiran Baru adalah pondasi bangunan rohani yang menjamin kualitas iman seseorang. (Yud 1:20)
·         Mengerti hakekat Lahir Baru atau Menjadi Manusia Baru atau Ciptaan Baru atau dilahirkan dari air dan roh –>  adalah penting bagi perjalanan rohani setiap anak Tuhan. (Yoh 3:3)
·         Dengan mengerti maka kita dapat mengetahui:
  1. Apa yang sedang kita alami (cinta mula-mula)
  2. Bagaimana seharusnya menjadi orang Kristen yang sudah menjadi manusia baru.
  3. Apa yang tetap harus kita lakukan  sebagai kelanjutannya.
  4. Dan bagaimana kita memelihara dan membangunnya
Betapa dahsyatnya perkembangan pelayanan –> bila semua orang menjadi manusia baru yang optimal.

A. MANUSIA BARU
  1. Arti Ciptaan yang Baru.
           
·         Pengalaman yang diakibatkan karena Perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.
·         Pengalaman rohani yang unik –>  permulaan perubahan di dalam Kristus (Lahir Baru, Yoh 3:3).
·         Perubahan rohani yang radikal –>  yang Tuhan berikan kepada individu (Gal 1:23).
·         Perubahan dari kondisi kekalahan dan kematian rohani  –> kepada kekudusan dan kehidupan.
2.       Kelahiran Baru ini dikerjakan oleh Tuhan sendiri –> bekerjasama dengan manusia.
3.       Ciptaan baru itu pengalaman nyata yang harus dialami setiap orang yang mengaku anak Tuhan.

B. CIRI MANUSIA BARU
1.       Zakeus (Luk 19:8 )
·         Rindu untuk mentaati Firman Tuhan.
·         Rindu untuk menyenangkan orang lain.
2.       Andreas waktu dipanggil (Mark 1:16-19)
·         Memprioritaskan Tuhan diatas kesibukannya.sehingga Memberikan diri dan waktunya bagi Tuhan.
·         Tanggap akan suara Tuhan.
3.       Maria yang mengurapi kaki Yesus (Mat 26:6-13)
·         Rindu memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
·         Rindu terlibat bagi pekerjaan Injil –> bandingkan dengan Perempuan Samaria (Yoh 4:25-29)

4.       Jemaat Mula-mula (Kis 2:41,42)
·         Rindu dan haus akan kebenaran yang lebih lagi –> Pengajaran.
·         Semangat untuk mengikuti persekutuan.
·         Senang dengan doa –> bersekutu dengan Tuhan.

C. MENGAPA KITA HARUS MEMPERTAHANKAN TABIAT MANUSIA BARU KITA
1.       Menjadi manusia baru ini ibarat Benih.
·         Mengalami Proses Pertumbuhan.
·         Harus dijaga, dirawat dan dipelihara pertumbuhannya.
2.       Ada kecenderungan untuk kembali menjadi manusia lama. (1 Kor 15:33)

·         Iblis tidak tinggal diam
·         Kita masih hidup dalam daging
·         Kita berhubungan dengan orang lain –> sehingga ada kecenderungan kembali menjadi manusia lama.

3.       Kita harus berperan aktif :

a.       Dengan tetap mendisiplin diri dengan mematikan dan mengenakan manusia baru.
Karena ada  dua kebenaran secara hukum dan kebenaran secara fakta Mengenai Manusia Lama dan Manusia Baru.
v  Mengenai Manusia Lama
Ø  Secara hukum –> manusia lama kita sudah mati. (Rom 6:6)
Ø  Secara fakta –> kita harus mematikan manusia lama kita. (Ef 4:21-22) 

v  Mengenai manusia baru
Ø  Secara hukum –> manusia lama kita sudah mati. (2 Kor 5:17)
Ø  Secara fakta –> kita tetap harus mengenakan manusia baru kita. (Ef 4:23-24)

b.       Hal-hal yang harus tetap kita lakukan. –> kita tetap harus mengenakan manusia baru kita.
·         Seperti Zakheus –> Terus taati Firman Tuhan
·         Seperti Andreas –> berikan diri untuk Tuhan (dalam Pelayanan) dan Prioritaskan Tuhan
·         Seperti Maria –> memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan Terlibat dalam pekerjaan Injil..
·         Seperti Jemaat mula-mula –> Tekun dalam Pengajaran, Persekutuan, Doa dan Ibadah pribadi.
PENUTUP
  1. Manusia Baru itu bukan diperoleh saja, tapi harus diraih dan diperjuangkan.
  2. Merupakan bagian kita untuk  menjaga kehidupan manusia baru kita.
  3. Manusia baru itu akan terlihat dari buahnya dan akan berdampak bagi lingkungan.

Memiliki Hati Sebagai Hamba


Lukas 1:38


Maria merupakan tokoh kunci pada natal pertama 2000 tahun yang lalu. Maria dipilih ALLAH sebagai alat untuk melahirkan Jurus’lamat dunia, tapi meskipun dia telah menjadi wanita pilihan, keistimewaan ini tidak mengubah sifat dan karakter Maria. Ia tetap rendah hati dan ia tetap seorang Maria yang sama seperti perempuan – perempuan lain. Maria memiliki hati sebagai hamba.

Beberapa hal yang membuktikan bahwa Maria adalah seorang yang memiliki hati hamba:

1.      Yohanes 2 : 1- 4, ketika menghadiri pesta perkawinan yang kehabisan anggur, Maria mendatangi Yesus dan memberitahuNya bahwa pemilik pesta itu kehabisan anggur. Dia mendatangi Yesus bukan sebagai seorang ibu yang memberi perintah, melainkan sebagai seorang wanita yang mendatangi Tuhannya karena ia tahu Tuhannya bisa melakukan sesuatu, meski Ia pada saat itu belum pernah melihat mukjizat yang dilakukan oleh Yesus.

2.      Matius 12 : 46 – 47, pada saat Maria mendatangi Yesus yang sedang mengajar, dia berusaha untuk menemui Yesus. Tapi karena terlalu ramai, diapun terpaksa berdiri di luar. Pada saat itu, ia tidak berusaha menggunakan statusnya sebagai ibu. Ia tidak meminta diperlakukan secara istimewa dan dengan sabar menunggu di luar sampai mendapat kesempatan bertemu Yesus.

3.      Kisah 1 : 12 – 14, pada saat Yesus telah naik ke Sorga, Maria dan murid – murid Yesus berkumpul di kamar loteng untuk menunggu lawatan Roh Kudus. Pada saat itu, meski Maria adalah ibu Yesus, ia tetap merasa memerlukan Roh Kudus.

Sifat dan karakter Maria memberi suatu pembelajaran buat kita, sebaik apapun yang sudah kita buat bagi Tuhan mungkin melebihi dari apa yang dapat dilakukan oleh orang lain, namun kita harus menempatkan diri sebagai pribadi yang bukan apa – apa, kita hanya sebuah alat saja, Kita hanyalah seorang Hamba.

Mengorbankan Harta Yang Paling Berharga


Kejadian 22:2

 

Dapat dipahami betapa kagetnya ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, yaitu keturunan satu-satunya, sebagai korban. Perasaan yang campur aduk seperti takut, gelisah, kuatir, marah, kecewa dan lainnya, pasti memenuhi hati Abraham.

Tetapi kita tidak melihat Abraham menunjukkan hal itu. Karakter hamba telah terbentuk dalam dirinya. Dan
itu dibuktikannya melalui sikap dan tindakannya.*courtesy of PelitaHidup.com
Banyak hal yang kita alami dalam kehidupan kita merupakan proses yang Tuhan ijinkan terjadi agar setiap janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita.
.
Mari kita belajar dari Abraham beberapa poin penting yang dia lakukan sehingga dia berani mengorbankan Ishak yang pada saat itu merupakan harta yang paling berharga bagi dirinya:

1.     Taat (Kejadian 22:3)
 of PelitaHidup.com
Ketaatan sangat penting kita lakukan. Banyak hal yang Tuhan inginkan agar kita lepaskan karena hal-hal tersebut dapat mengalihkan pandangan kita kepada Tuhan.

Segala kenikmatan, kesenangan, hobi, pekerjaan dan apapun yang kita anggap berharga, bukan merupakan hal utama dalam hidup kita. Tuhan tidak melarang kita untuk dapat menikmati semuanya itu. Tetapi Tuhan ingin agar kita rela mengorbankan apa yang kita anggap berharga, dan mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan.

2.     Iman (Kejadian 22:5)

Di sini kita melihat bahwa Abraham mengandalkan iman percayanya kepada Tuhan. Apa yang telah dijanjikan Tuhan bahwa melalui Ishak-lah keturunannya akan menjadi banyak di muka bumi ini, tetap dipegangnya. Dan Abraham tahu kalau Tuhan telah berfirman, maka Dia sanggup untuk melaksanakannya dan pasti akan digenapi.

Seberapa banyak janji Tuhan yang telah kita terima selama kita mengenal Kristus dalam hidup kita? Seberapa banyak kita tetap beriman bahwa Tuhan pasti akan menggenapinya dalam hidup kita? Tidak peduli seberapa berat masalah yang kita hadapi, Tuhan tetap memegang kendali atas hidup kita.

Kita dapat melihat semakin Abraham melangkah ke tempat pengorbanan, maka waktu untuk membunuh anaknya semakin dekat. Secara jasmani-pun Abraham tidak melihat jalan keluar baginya. Tetapi dia tetap beriman bahwa Tuhan pasti akan menolongnya.

3.     Percaya dengan Teguh (Kejadian 22:8)

Hal ini dapat membuat iman kita menjadi goyah. Banyak orang yang tidak tahan pada titik ini sehingga menjadi marah dan kecewa terhadap Tuhan dan terhadap orang-orang di sekelilingnya. Teman, keluarga, isteri dan anak yang bukan penyebab masalah-pun dapat menjadi sasaran amarah kita.

Biarlah kita mau belajar dari Abraham yang tetap teguh percaya kepada Tuhan dan tidak goyah dalam imannya. Abraham tetap bersikap tenang dan yakin. Abraham tidak menjadi marah atas kondisi yang dia alami. Abrahampun tidak kecewa kepada Tuhan, karena dia akan kehilangan hal yang paling berharga.

Tuhan mau agar kita dengan rela berani melepaskan apa yang kita anggap paling berharga dalam hidup kita. Mungkin kita berpikir apa jadinya nanti jika tidak ada jalan keluar? Apa yang akan dikatakan oleh orang lain terhadap kita? Apa yang akan terjadi kepada diri kita? Apa yang akan terjadi terhadap pekerjaan/bisnis kita? Apa yang akan terjadi terhadap keluarga, isteri dan anak-anak kita?

Tuhan tetap pegang kendali atas seluruh aspek kehidupan kita. Jangan takut dan jangan kuatir, karena Tuhan sedang memproses kehidupan kita sehingga kita dapat memiliki karakter seperti Kristus.

Relakan hati kita untuk dapat dibentuk oleh Tuhan. Beranilah untuk mengorbankan apa yang Tuhan minta dari hidup kita. Kita bahkan tidak akan kehilangan sedikitpun di hadapan Tuhan. Kita melihat betapa diberkatinya Abraham setelah dia dengan rela dan berani mempersembahkan hartanya yang paling berharga.

Kejadian 22:16-18

MELEPASKAN HAK UNTUK MENJADI HAMBA YESUS


(Markus 10:28-30)


Kecenderungan manusia adalah mau hidup tidak usah ngerepotin diri sendiri, wong ada yang gampang ngapain nyari yang susah. Dalam mengikut Yesus-pun banyak orang Kristen lebih memilih dengan polanya sendiri, bahkan seringkali kita lebih banyak mengatur Tuhan untuk memuaskan keinginannya.
1.      Maunya hidup santai-santai – sukacita – bahagia; mati masuk sorga dan dapat mahkota.

2.      Ada pepatah modern: Muda foya-foya, Tua kaya Raya, Mati masuk sorga.
Banyak orang yang berkata “Aku telah mengikut Engkau, dan apa yang kami peroleh”, mengikut Tuhan hanya sebatas pokoknya aku-aku-aku dan aku! Harus begini dan begitu!
Karena itulah kita mau belajar dari ayat ini untuk melepaskan hak kita, untuk mengikuti Yesus dan untuk memiliki hati hamba:

A.     ayat 28, ADA HARGA YANG HARUS DIBAYAR

1.      Menurut terjemahan Amp. Bible ada keterangan tambahan: “Kami telah menyatakan / menyerahkan diri dan meninggalkan segala sesuatu”  sekali dan untuk seterusnya dan ikut bersama denganMu menjadi muridMu; duduk bersama dalam pestaMu.
·        Penyerahan diri dan tekad ini adalah untuk seterusnya (bukan untuk sementara waktu, atau kondisional).
·    Mengikut Tuhan Yesus adalah satu pernyataan iman yang disertai dengan tekad pribadi (bukan ikut-ikutan orang lain!). Artinya: Hidup bukan lagi semau kita, tapi meneladani hidup Yesus.
·     Ikut Tuhan Yesus bukan hanya sekedar lips service (dibibir) tapi dalam segenap hidup harus nyata.

2.      “Untuk menerima Anugrah adalah Gratis” tapi “untuk dapat terus Hidup didalam Anugrah ada harga yang harus dibayar.” (Ada sesuatu yang harus kita lepaskan- kita harus memilih, Bandk.Mat 6: 24; Ef 4:22; Yak 4:4)
“Bayar harga” disini artinya: Memberikan milik atau melepaskan yang menjadi hak kita –> Ada unsur pengorbanan dari pihak kita. Ini tidak bisa setengah dunia-setengah rohani!

3.      Wujud harga yang harus dibayar:
·         1Pet 1:15, Menjaga kekudusan
·         Ef 5:17, Hidup sesuai dengan kehendak Tuhan
·         Kol 3:1,2, Luangkan waktu untuk mencari perkara diatas
·         Mat 6:33, Prioritaskan hal-hal rohani


B.     ayat 29-30, ADA UPAHNYA

1.      Terjemahan lain: (kalimat yang dipakai bentuknya adalah negatip)
“Sesungguhnya, tidak ada seorangpun yang telah memberikan / meninggalkan……, yang tidak menerima (atau ” gagal menerima”) 100 kali lipat banyaknya…. Bila disertai  pengejaran / pencarian (TB: penganiayaan)”
·         Arti jelasnya: dengan pengejaran dan pencarian kita pasti akan menerima kembali berlipatganda.
·         Mengikut Yesus dengan pengejaran dan pencarian tidak dapat dipisahkan.

2.      “Pengejaran dan pencarian kita adalah taburan kita saat ini.”
·         Setiap kita pasti akan menerima ‘upah’ (tuaian) karena semua kita ‘menabur’.
·         Cara hidup kita dan pemakaian waktu kita saat ini adalah taburan kita dan itu hak kita.
·    Pilihan ada ditangan kita saat ini. Upah yang bagaimana yang ingin kita peroleh dikemudian hari.

3.      Upah mengikut Yesus : dapat diterima masa sekarang dan masa mendatang (hidup kekal) –> Bandk. 1 Tim 4:8 , 6:6.

C.     Ayat 31, KONDISI IMAN YANG MENENTUKAN.

1.      Dimasa mendatang akan banyak keterkejutan dan kemarahan karena orang baru tapi lebih maju.

2.      Berani menanggung resiko dan tanggung jawab adalah penentu kondisi dihari esok.
·         Saat ini jangan puas diri atau putus asa, karena kondisi saat ini – dimasa mendatang bukan yang terbaik (baik terus); atau bukan yang terburuk (buruk terus)  masih bisa berubah, bergantung bagaimana kita sekarang.
·         Bila saat ini: malas baca Alkitab, enggan melayani, atau masih suka berbuat dosa  maka dimasa mendatang: kondisinya tidak akan jauh berbeda.

3.  Ada ilustrasi kata dari Reklame : “Menjadi tua itu pasti” tapi “Menjadi Dewasa itu pilihan kita” (menjadi tua mudah dan semua orang bisa, tapi menjadi dewasa hanya orang yang berani memilih)


PENUTUP
  1. Keselamatan itu gratis, tapi memelihara keselamatan itu perlu harga yang harus kita bayar.
  2. Ikut Tuhan Yesus tidak bisa dengan tetap memegang hak kita, berikan hak kita maka kita akan dapat mengikut Dia dengan benar.
  3. Hanya orang yang bersedia membayar harga yang dapat mengikut Tuhan Yesus dengan setia sampai akhir.